AYO OLAHRAGA! DIMANA SAJA, KAPAN SAJA, BERSAMA SIAPA SAJA. LAYANAN ADUAN DEPUTI 3 (http://deputi3.kemenpora.go.id/statik/dialog) SEKRETARIAT DEPUTI PEMBUDAYAAN OLAHRAGA (GEDUNG PPITKON LANTAI 2)

42 Medali Indonesia pada Khon Kaen Games 2019

  • Sabtu, 10 Agustus 2019

Kontingen Indonesia yang diwakili oleh SKO Ragunan sukses membawa pulang 42 medali dari multi event antar SKO bertajuk 22nd Thailand Sports School Khon Kaen Games 2019 yang berlangsung di provinsi Khon Kaen, Thailand dalam rentang waktu 30 Juli hingga 8 Agustus 2019.

  Total 42 medali tersebut terdiri dari 17 emas, 12 perak dan 13 perunggu ketika mengikuti 7 cabang olahraga dari 21 cabang yang dipertandingkan, serta menorehkan setidaknya empat rekor baru melalui ajang ini.    Cabang olahraga renang mendominasi perolehan medali dengan mengoleksi tujuh emas, sembilan perak dan lima perunggu, serta tiga rekor baru melalui Azzah Shabira Putri saat tampil di 50m gaya kupu-kupu U-18, kemudian Riki Alexander di gaya punggung 200m U-18, serta Ahnaf Kamal Pasya 50m gaya punggung U-18.   Panahan sukses meraih empat emas, satu perak dan dua perunggu. Atletik dua emas dan empat perunggu sekaligus pemecahan rekor baru yang dilakukan oleh Dina Aulia, saat tampil di nomor 100m lari gawang Putri U-16, dengan catatan waktu 14.34 detik dari waktu sebelumnya 14.70 detik.   Cabor gulat berhasil membawa pulang empat medali antara lain dua emas, satu perak dan satu perunggu. Pencak silat meraih dua emas dan satu perunggu.   Sementara itu cabor voli sukses memperbaiki prestasi tahun sebelumnya, dimana pada tahun lalu hanya membawa perunggu, namun kini Dinda Syiva dkk sukses membawa pulang medali perak, sedangkan sepakbola pulang masih dengan tangan hampa.   Kepala Bidang SKO, Margono, usai penutupan 22nd Thailand Sports School Khon Kaen Games 2019 di Stadium Khon Kaen, Kamis (8/8/2019), sangat mengapresiasi kinerja anak-anak SKO Ragunan atas medali yang diraihnya.   "Terimakasih kepada anak-anak yang telah bekerja keras selama di Khon Kaen Games ini. Kedepan, kita harus lebih mempersiapkan diri lebih matang lagi, meski tiap provinsi dalam menggelar event ini berbeda-beda cabornya," ucap Margono.   Lebih lanjut Margono mengatakan jika ajang ini tak semata-mata meraih prestasi, namun sebagai jam terbang bagi para atlet muda, khususnya binaan Kemenpora. "Sedemikian rupa kami berupaya untuk mempersiapkan atlet pelapis untuk menggantikan seniornya, ajang ini menjadi salah satu dari upaya tersebut," ucapnya.   "Mereka adalah cikal-bakal atlet yang akan berlaga di SEA Games, Asian Games bahkan Olimpiade kedepannya, sehingga jam terbang, penempaan mental bertanding sejak awal kita pupuk, selain mempersiapkan keahlian mereka pada masing-masing cabor," pungkasnya. (TIM)