AYO OLAHRAGA! DIMANA SAJA, KAPAN SAJA, BERSAMA SIAPA SAJA. LAYANAN ADUAN DEPUTI 3 (http://deputi3.kemenpora.go.id/statik/dialog) SEKRETARIAT DEPUTI PEMBUDAYAAN OLAHRAGA (GEDUNG PPITKON LANTAI 2)

Gowes Nusantara 2019 di Payakumbuh: Momen Satukan Cebong dan Kampret

  • Gowes Nusantara
  • Senin, 29 Juli 2019

Payakumbuh: Gowes Nusantara di Payakumbuh, sebuah program dari Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, merupakan titik kelima dari total 40 titik penyelenggaraan di seluruh Tanah Air, diikuti sekitar 5.000, melampaui target 3.000 peserta.

Gowes Nusantara dengan jarak sekitar 20 km di Kota Payakumbuh, Minggu (28/7/2019) tersebut, diawali dari Medan Nan Bapaneh Ngalau Indah dengan rute Tugu Adipura-Labuah Basilang-Gelanggang Kubu Gadang (checkpoint), Simpang Benteng-Simpang Kaniang Bukik-Simpang Napar-Simpang Bunian-Simpang Kanda dan kembali di Ngalau Indah.

Asisten Deputi Pengelolaan Olahraga Pendidikan Kemenpora, Alman Hudri yang mewakili Menpora Imam Nahrawi, menyampaikan apresiasi atas tingginya minat masyarakat mengikuti event tersebut. Peserta tidak hanya dari Sumbar, tapi juga provinsi tetangga seperti Riau, Jambi, dan Bengkulu ikut serta dalam program tersebut.

Sementara itu, Walikota Payakumbuh, Sumbar Riza Falepi, dalam sambutannya kala melepas peserta Gowes Nusantara 2019,  mengajak para pegawai serta masyarakat umum untuk membudayakan bersepeda ke kantor atau tempat kerja sebagai bagian dari kampanye hidup sehat.

"Tinggalkan mobil atau kendaraan bermotor di rumah dan dari sekarang mari kita mulai dan budayakan bersepeda ke tempat kerja, " kata Riza.

Seiring dengan perjalanan waktu, jenis penyakitnya masyarakat, menurut Riza, sekarang pun sudah berubah, tidak lagi penyakit ringan seperti kulit, tapi penyakit sejenis stroke, jantung, tekanan darah tinggi, obesitas yang banyak diakibatkan pola hidup dan makan tidak sehat serta kurang olahraga.

Selain kampanye hidup sehat, Riza menambahkan jika ajang Gowes Nusantara yang merupakan program pemassalan olahraga di Tanah Air, bisa menjadi sarana untuk merajut kembali persatuan di lingkungan masyarakat setelah berakhirnya Pilpres.

"Tidak ada lagi cebong dan kampret, sudah saatnya kita kembali fokus pada kehidupan yang damai seperti semula dan saatnya memikirkan pola hidup sehat dengan berolahraga," katanya.

Disisi lain, Nalfira Pamenan, salah satu pegawai Pemkot Payakumbuh menyambut baik ajakan walikota dua periode itu karena kondisi alam dan lalu lintas memang memungkinkan bagi warga untuk menjalankan aktivitas menggunakan alat transportasi sepeda.

"Payakumbuh kan kota kecil dan tidak macet, jadi sebenarnya memang lebih nyaman dan menyehatkan bila bersepeda ke kantor, " kata Nalfira.

Program olahraga sepeda massal di bawah payung tema besar "Ayo Olahraga" itu akan berakhir pada 9 September mendatang, bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional (Haornas) di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. (TIM)