AYO OLAHRAGA! DIMANA SAJA, KAPAN SAJA, BERSAMA SIAPA SAJA. LAYANAN ADUAN DEPUTI 3 (http://deputi3.kemenpora.go.id/statik/dialog) SEKRETARIAT DEPUTI PEMBUDAYAAN OLAHRAGA (GEDUNG PPITKON LANTAI 2) Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadan 1441 H/2020 M. Ikuti Lomba Senam SAH (Stay At Home) Kemenpora Cek IG Deputi3Kemenpora

Ingin Cetak Atlet Profesional, Atlet dan Pelatih SKO Ragunan ikuti Pelatihan Pembentukan Karakter

  • Jumat, 10 Januari 2020

Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui Asisten Deputi Pengelolaan Pembinaan Sentra dan SKO (Sekolah Khusus Olahraga), dr. Bayu Rahadian, Sp.Kj, membuka acara character building atlet dan pelatih SKO Ragunan pada 9 Januari 2020 bertempat di GOR POPKI Cibubur Jakarta Timur. Dalam acara ini dr. Bayu Rahadian Sp.Kj mengajak atlet dan pelatih untuk terus semangat dan disiplin dalam mencetak prestasi di tengah fasilitas yang tidak ideal.

Sementara legenda tenis lapangan Suharyadi (alumni Ragunan) yang pernah berpasangan dengan Wailan Walalangi menceritakan pengalamannya ketika menjadi atlet Ragunan bahwa kehidupan atlet memang membosankan karena setiap hari hanya latihan, sekolah, dan mempersiapkan diri untuk bertanding namun sebagai pejuang olahraga tidak boleh patah semangat dan bahkan menambah porsi latihan dan disiplin waktu untuk menggapai cita-cita. Atlet harus paham bahwa salah satu tujuan hidupnya adalah mencetak prestasi yang dengan itu ia akan dihargai oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Sementara Luluk Hadiyanto (Legenda Bulutangkis yang pernah menempati Ranking 1 Dunia 2004-2005) bersama Alvent Yulianto menceritakan bahwa di-era tahun 1990-an sampai dengan tahun 2000-an perbulutangkisan SKO Ragunan tidak ada nama dikancah nasional. Namun kini, atlet SKO Ragunan bisa bersaing dengan klub-klub yang digawangi oleh perusahaan-perusahaan besar. Hendaknya ini dapat memompa semangat juang atlet dan pelatih bahwa untuk menjadi olimpian dan atlet dunia tidak ada kata mengeluh. Mungkin dalam proses latihan faktor like and dislike sudah menjadi hal yang biasa. Namun hal tersebut tidak boleh menjadi halangan bagi atlet.

Luluk menantang seluruh atlet terkait pilihan latihan mana yang mereka impikan, apakah ingin dilatih "lembek, sedang, atau keras". Semua atlet serentak menjawab ingin dilatih “keras”. Pelatih yang keras itu tandanya masih sayang, namun jika sudah cuek itu tandanya sudah tidak diperhatikan.  Selain itu Atlet SKO Ragunan harus bisa mengatur waktu antara pendidikan dan olahraga, dua bidang itu akan menguras energi. Untuk itu mereka harus mendapatkan asupan gizi yang cukup. "Kalo kita keras terhadap diri kita (Keras dalam latihan dan pendidikan), maka kehidupan akan lunak kepada kita", ucap Luluk menutup.

Mencetak atlet profesional tidak melulu terkait latihan, namun ada peran pembentukan karakter atlet itu sendiri yang menjadi pendukung. Atlet yang paham tujuan hidupnya yaitu yang memiliki mental juara tentu akan sulit dipatahkan di lapangan saat pertandingan. Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga terus mendukung pembentukan karakter atlet muda Indonesia, terutama yang menjadi siswa/I atlet di Sekolah Khusus Olahraga. (Luk)