AYO OLAHRAGA! DIMANA SAJA, KAPAN SAJA, BERSAMA SIAPA SAJA. LAYANAN ADUAN DEPUTI 3 (http://deputi3.kemenpora.go.id/statik/dialog) SEKRETARIAT DEPUTI PEMBUDAYAAN OLAHRAGA (GEDUNG PPITKON LANTAI 2) Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadan 1441 H/2020 M. Ikuti Lomba Senam SAH (Stay At Home) Kemenpora Cek IG Deputi3Kemenpora

Kemenpora Komitmen Menyusun SOP Kerja untuk Tingkatkan Pelayanan

  • Kamis, 06 Agustus 2020

Untuk meningkatkan pelayanan, baik internal dan eksternal, Kementerian Pemuda dan Olahraga berkomitmen untuk terus berbenah. Salah satunya dengan menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dilaksanakan oleh unit eselon II.

 

SOP adalah naskah dinas yang memuat serangkaian petunjuk tentang cara dan urutan kegiatan tertentu. Tujuan penyusunan SOP adalah untuk menyederhanakan, memudahkan, dan mempercepat penyampaian petunjuk; memudahkan pekerjaan; memperlancar dan menyeragamkan pelaksanaan kegiatan; dan meningkatkan kerjasama antara pimpinan, staf, dan unsur pelaksana.

 

Kegiatan penyusunan SOP diselenggarakan oleh Asisten Deputi Pengembangan Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus Kemenpora di Jakarta pada 5 s.d. 7 Agustus 2020. Kegiatan ini diikuti oleh stakeholder internal. Selain menyusun SOP baru juga dilakukan reviu atas SOP yang sudah disahkan sebelumnya.

 

 

"Hari ini (6/8) kita melanjutkan penyusunan SOP. Kemarin kita sudah brain storming terkait SOP yang akan kita susun. SOP ini kan kita tarik dari Peta Proses Bisnis. SOP ini adalah pedoman kita untuk memberikan pelayanan", ucap Aris Subiyono, Asisten Deputi Pengembangan Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus.

 

"Ada beberapa hal yang perlu disesuaikan dalam menyusun SOP di Asdep Potlak. Karena stakeholder Kami ada yang disabilitas (berbeda dengan yang lainnya). Nah bagaimana SOP kita dalam melayani?", tambahnya.

 

Kepala Biro Humas dan Hukum Kemenpora Sanusi dalam paparannya sebagai narasumber menyampaikan agar SOP tidak dibuat untuk menyulitkan diri sendiri melainkan memudahkan pekerjaan. "SOP jangan dibuat malah menyulitkan kita sendiri", ungkapnya.

 

Sementara narasumber lainnya Suryati, Sekretaris Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga, menyampaikan bahwa SOP yang baik adalah SOP yang diterapkan. Oleh karena itu baiknya SOP yang disusun harus diimplementasikan dan dievaluasi.

 

Setelah penyampaian materi oleh narasumber, tim penyusun SOP langsung mengeksekusi pembuatan SOP yang dibutuhkan berdasarkan urgensi. Taat prosedur adalah hal yang diperlukan dalam melaksanakan pekerjaan. Tentunya hal ini akan berdampak pada masa yang akan datang, terutama untuk perbaikan reformasi birokrasi di instansi pemerintahan. (uci)