AYO OLAHRAGA! DIMANA SAJA, KAPAN SAJA, BERSAMA SIAPA SAJA. LAYANAN ADUAN DEPUTI 3 (http://deputi3.kemenpora.go.id/statik/dialog) SEKRETARIAT DEPUTI PEMBUDAYAAN OLAHRAGA (GEDUNG PPITKON LANTAI 2) PENERIMAAN ATLET SKO RAGUNAN CEK WWW.SAPASKO.ID

Pengembangan Sepak Bola untuk Cegah Kenakalan Remaja di Provinsi Banten

  • Selasa, 25 Februari 2020

Ketua Komisi V DPRD Provinsi Banten yang diketuai oleh M. Nizar beserta rombongan berkunjung ke Ruang Kerja Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta pada Selasa (25/2). Kunjungan tersebut dalam rangka konsultasi mengenai sinkronisasi program keolahragaan antara pusat dan daerah.

 

Diskusi hangat yang berlangsung lebih kurang 90 menit tersebut berbicara seputar pembudayaan olahraga di masyarakat. Provinsi Banten memiliki banyak masyarakat yang gemar dengan olahraga sepak bola. Kemenpora sendiri sering mengadakan liga pelajar di Banten. Belum lagi antuasias masyarakat terhadap olahraga ekstrim. "Main bola dapat meminimalisir kenakalan remaja. Dengan bermain sepak bola anak-anak dapat mengaktualisasikan diri secara positif", ucap Raden Isnanta.

 

DPRD Provinsi Banten juga menyampaikan informasi tentang rencana pengembangan sport science di Banten. Terkait hal tersebut, Deputi Isnanta mengingatkan agar tidak melupakan unsur yang paling penting dari sport science, yaitu pemanfaatannya bagi masyarakat. Jangan nanti kita punya (fasilitas olahraga), namun tak terurus. Paling penting juga adalah peranan SDM-nya. "Tekadkan (dalam membangun stadion atau fasilitas olahraga lainnya) bukan untuk bisnis, (namun) tujuan utamanya adalah masyarakat bisa memanfaatkan stadion untuk bergerak dan prestasi bagus", ucap Raden Isnanta.

 

"Lapangan olahraga yang bagus adalah motivasi bagi masyarakat untuk berolahraga. Car Free Day (CFD) itu misalnya, memancing aktivitas fisik masyarakat. Kalo sudah ditutup itu jalan untuk CFD, nanti masyarakat akan ada yang senam, bersepeda, dll", tambahnya.

 

Pemerintah melalui Kemenpora selalu berusaha untuk mengajak masyarakat bergerak atau melakukan aktivitas fisik. Dengan begitu, diharapkan dapat tumbuh masyarakat yang sehat sebagai upaya untuk menciptakan manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing. Jika masyarakat telah peduli dengan pentingnya menjaga kesehatan dengan berolahraga, maka ada satu masalah besar lainnya yang terselesaikan, yaitu berkurangnya biaya berobat yang harus ditanggung oleh pemerintah melalui program asuransi milik pemerintah (bpjs kesehatan). Berolahraga bukan kewajiban, namun kebutuhan tubuh. Untuk menumbuhkan kesadaran itu di masyarakat, pemerintah tak mungkin bisa bekerja sendiri, membutuhkan kerjasama seluruh elemen secara terus menerus agar tumbuh pembiasaan di masyarakat itu sendiri. (uci)