AYO OLAHRAGA! DIMANA SAJA, KAPAN SAJA, BERSAMA SIAPA SAJA. LAYANAN ADUAN DEPUTI 3 (http://deputi3.kemenpora.go.id/statik/dialog) SEKRETARIAT DEPUTI PEMBUDAYAAN OLAHRAGA (GEDUNG PPITKON LANTAI 2) Semangat Berjuang ATLET INDONESIA pada SEA Games Philipines 2019

Pospenas adalah Bukti Nyata Kebebasan Santri dalam Berekspresi

  • Rabu, 27 November 2019

Beberapa stigma negatif tentang santri banyak muncul di masyarakat. Sebut saja 'tak punya masa depan', 'tidak bebas/terkekang', hingga 'teroris'. 

 

Santri yang menghabiskan waktu menuntut ilmu di Pondok Pesantren ini tak seharusnya mendapatkan stigma negatif seperti itu. Walau memang ada oknum yang menyebabkan pondok pesantren dinilai demikian, namun tentu tidak bisa digeneralisasi.

 

Eksistensi Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren Nasional yang diikuti oleh santri dari setiap provinsi di Indonesia, yang rutin diselenggarakan oleh beberapa kementerian, merupakan bukti nyata kebebasan santri dalam berekspresi. 

 

Bagaimana tidak, dalam kegiatan ini kita dapat melihat sosok lain santri dalam mengekspresikan diri. Adalah hal istimewa ketika melihat santriwati menjadi 'pemandu sorak' saat memberi semangat kepada rekannya yang sedang bertanding olahraga. Juga yang tidak kalah istimewa ketika melihat atlet santri tak henti mengucap takbir saat ada penambahan skor untuk timnya. Belum lagi keseruan menyaksikan santri saat stand up comedy.

 

Olahraga dan seni adalah salah satu jalan untuk membentuk karakter. Melalui olahraga kita belajar nilai sportif, sabar, disiplin, berjuang, serta silaturrahmi. 

 

Melalui seni kita pun belajar memahami dan eksplorasi kemampuan dan kemauan diri sendiri. Tak heran jika kegiatan olahraga dan seni menjadi kian penting untuk dilakukan oleh para santri. 

 

Mengingat pentingnya olahraga dan seni, setiap pondok pesantren hendaknya mendukung kegiatan olahraga dan seni oleh santri, jika perlu hingga menyiapkan sarana dan prasarananya.

 

Pospenas 2019 dilaksanakan pada 25-30 November 2019 di Bandung, Jawa Barat. Event ini mempertandingkan cabang olahraga atletik, bola voli, futsal, silat, senam santri, serta olahraga tradisional “hadang”. 

 

Tak hanya berolahraga, peserta yang merupakan santri ini juga mengikuti pekan kesenian yaitu kaligrafi, pidato tiga bahasa, lukis dan kriya islami, hadrah, cipta dan baca puisi, serta stand up comedy.

 

"Dengan ikut Pospenas, Saya bisa banyak belajar (dari atlet) provinsi lain, Saya juga jadi banyak teman dari pesantren-pesantren lainnya di Jawa Barat", ucap Riska Febrianty, santri atlet cabang olahraga bola voli asal Ponpes AlHidayah Jawa Barat.

 

"Saya bangga bisa mewakili Provinsi Kalimantan Timur pada Pospenas ini. Disini Saya bisa mendapat pengalaman baru agar tidak grogi lagi kalau main voli", ucap Sanikah, santri atlet cabang olahraga bola voli asal Ponpes Nurul Islam Kalimantan Timur. Sanikah juga mengaku bahwa ia aktif mengikuti ekstrakurikuler bola voli selama menuntut ilmu di pondok.

 

Event Pospenas atau yang serupa sangat berguna untuk mengasah kemampuan santri. Tak hanya itu, melalui event tersebut sebenarnya pemerintah sedang berupaya untuk mengubah stigma negatif tentang santri yang kerap beredar di masyarakat. 

 

Harapannya adalah dapat muncul 'wajah baru' santri Indonesia yang sesuai dengan tema Pospenas 2019 yaitu “Santri Indonesia, Disiplin, Optimis, Gembira, Aktif, Religius”. Sudah sepatutnya hal ini mendapat dukungan dari semua pihak, terutama awak media dan masyarakat umum. Kiranya dapat membawa perubahan yang signifikan untuk perkembangan pendidikan pondok pesantren serta para santri di masa yang akan datang.(uci)