Kenali Diri, Agar Tak Tersesat Nanti





Oleh Suyadi**

Pensiun adalah keniscayaan, jelas, pasti, tinggal waktu nya kapan, tapi pasti pensiun. Bagi Pegawai atau PNS jelas, setelah usia tertentu. Bagi atlet juga demikian, malah waktu nya jauh lebih cepet. Untuk itu, perlu di antisipasi dan dipersiapkan. Apakah berprofesi di dunia olahraga, atau dunia yang berbeda. Demikian arahan dan pesan Deputi Bidang Pembudayaan olahraga Kemenpora, dalam penutupan kegiatan assesment karier atlet bagi atlet, pada tanggal 17-19 Juni 2021 di Semarang, Jawa Tengah.

Memulai sesuatu yang baru pasti tidak mudah. Untuk itu menapaki profesi baru perlu perencanaan, kemauan dan kerja keras untuk berhasil. Rasanya sangat mirip dengan kerja keras mereka untuk menjadi juara.

Nampaknya, yang perlu kerja keras tidak hanya si atlet, tapi juga siapa saja yang akan  membantu dan memfasilitasi para atlet menapaki profesi baru. Itulah yang sedang dilakukan oleh Deputi Bidang Pembudayaan olahraga, khususnya Asdep Kemitraan dan Penghargaan Olahraga saat ini, yaitu melalui kegiatan Assessment yang nantinya akan dilanjutkan dengan pelatihan. Assessment kali ini khusus bagi mantan atlet disabilitas khusus binaan NPC, National Paralympic Committee.

Assessment (penilaian) pada inti nya adalah upaya mengenali beberapa aspek dalam diri atlet agar profesi baru yang akan ditekuni nanti, berjalan dengan baik, syukur berprestasi tinggi sebagaimana prestasinya sewaktu jadi atlet. Assessment akan membantu atlet mengenali dirinya, keinginannya, bakatnya, minatnya, juga kesempatan yang ada di sekitarnya.  Setelah di hitung-hitung, dikalkulasi, diproyeksikan, Pemerintah (Kemenpora) akan mengambil langkah lanjutan dengan memfasilitasi mereka dalam pendidikan dan pelatihan.

Tentu saja, dari 40 orang yang akan di fasilitasi dalam assessment, bakat, talenta dan minatnya bervariasi. Sebagian mungkin akan jadi pelatih, wasit, juri dan lain-lain yang berhubungan dengan dunia olahraga. Namun sebagian lain akan memilih jalur dan profesi lain, termasuk "jalur menyempal sebagai pilot" seperti perjalanan Bona adik Markis Kido.

Berdasarkan hasil assessment peserta di semarang ini, ternyata hampir separuh (49%) ingin jadi Wirausaha, 22% berharap jadi pelatih, 12% bermimpi jadi professional, dan 14% lainnya.

Dari total 49% atlet yang ingin menjadi pengusaha, terdapat 5 jenis usaha terbesar yang di minati yaitu 27% usaha perdagangan, 15% Peternakan, 13% properti, 10% jasa dan 8% kuliner.

Bagaimana dengan hasil pelatihan tahun tahun sebelum nya? Hasil nya apa? Berapa orang yang berhasil menjalani profesi baru nya? Apa usaha mereka? Apa hambatan nya?

Belum banyak yang bisa kami infokan. Konsistensi dan keberkanjutan,  menjadi tantangan kami. Kami masih terjebak dengan kegiatan hit and run. Dan kami harus memperbaiki nya.

Namun sebagai  contoh dari kegiatan tahun lalu, mungkin bisa menjadi catatan perbaikan ke depan. Madina Aulia, Grand Master Wanita termuda Indonesia, peraih medali emas Sea Games 2019, saat ini merintis usaha fashion (baju dan tas) dengan omset 12 juta per bulan. Yang bersangkutan juga sedang menyelesaikan S2 kebijakan publik di Universitas Indonesia.

Contoh lain, Rilo Pambudi, atlet sepak takraw, peraih medali emas POMNas 2019 dan perak Asean University Games Myanmar 2018 ini memulai usaha isi ulang air dengan omzet 8 juta. Yang bersangkutan juga mengembangkan usaha minuman kelapa dengan omset 5-7 juta per bulan.

Ada lagi, Nurhalimah, Atlet peraih medali perak dan perunggu Sea Games 2013 ini adalah pelatih dayung PPOPM Kab Bogor. Nurhalimah juga menekuni usaha loundry dengan omzet sekitar 48 juta per tahun.

Mereka sangat berharap ada pengembangan lebih lanjut atas usaha nya. Kami juga terinspirasi untuk menjadi bagian yang bisa ikut mengantar atau memberi jalan dan kemudahan.

Ini hanya tiga orang. Bagaimana dengan yang lain? Ini kerja lanjutan yang Harus kami sajikan dalam bentuk laporan dan analisis yang lebih baik, untuk menjadi masukan dan pertimbangan dalam berkegiatan pelatihan ke depan.

**Penulis adalah Asdep Kemitraan dan Penghargaan Olahraga, Kemenpora
Gambar: para atlet NPC antusias mengikui assessment (dok  Kemenpora)



×