Mantan Atlet Jadi Pilot





Oleh Suyadi**

Mantan atlet bisa kerja apa?

Mungkin pertanyaan itu bisa bermakna meremahkan, bisa bermakna mencari jawaban kemungkinan, namun juga bermakna "kata kata pembuktian kemampuan mantan atlet".

Bagi sebagian besar atlet, prestasi dibatasi oleh usia, khususnya olahraga yang mengutamakan fisik sebagai salah satu faktor utamanya. Kecuali untuk beberapa cabang olahraga seperti catur atau bridge. Dengan demikian, kehidupan pasca atlet menjadi sangat penting untuk siapkan. Hal ini pula yang membuat orang tua sering tidak mendukung anak nya jadi atlet, karena masa depan nya tidak cerah.

Stigma dan pola pikir seperti ini tidak terlalu salah. Banyak contoh di lapangan, mantan atlet yang tadi nya berprestasi, banyak uang, tapi di masa tua nya, hidup nya kesulitan, ekonomi nya berantakan. Tidak sedikit mantan atlet berprestasi yang tidak punya pekerjaan, tidak punya sumber ekonomi seperti wirausaha, dan tabungan nya habis untuk biaya sehari hari.

Stigma, stereotypes seperti ini salah, tidak benar. Begitulah yang dibuktikan oleh Bona Septano, mantan atlet bulutangkis nasional, yang juga adik kandung salah satu legenda ganda putra Indonesia, Markis Kido. Di dukung oleh doa dan semangat ibundanya, Bona saat ini adalah seorang pilot pesawat terbang, profesi yang sangat jarang ditekuni oleh mantan atlet. "Kita ingin bukti kan, Kami bisa", begitu kata mereka saat ngobrol bareng dengan Deputi Bidang Pembudayaan olahraga Kemenpora kemarin.

Bona adalah sedikit mantan atlet yang berhasil menapaki jalur karier yang berbeda, sedikit unik kalo tidak "aneh" dalam pengerten positive.  Yang selama ini kita kenal adalah profesi yang sejalur, atau setidak tidak nya terkait. Pelatih, wasit, juri, manager, pengurus induk organisasi olahraga, adalah profesi yang sering kita dengar dari seorang mantan atlet. Atau setidak-tidak nya bersinggungan dengan dunia olahraga seperti bisnis alat olahraga, dosen olahraga (seperti adik nya Markis kido yang juga mantan atlet) dan event organizer olahraga.

Contoh "menyempal" Bona sesungguhnya inspirasi bagi para atlet yang sekarang ini masih aktif. Juga inspirasi bagi kita di Kemenpora untuk membantu memfasilitasi para atlet dalam menemukan jalan nya setelah masa produktif nya sebagai atlet berakhir.

Indonesia belum memiliki "host TV atau pembawa acara TV olahraga terkenal" di BEIN sports, atau Fox sports. Profesi ini masih di kuasai orang orang bule. Untuk tenis, salah satu yang sering tampil dari Asia tenggara adalah Tamarin, mantan petenis Thailand. Kemenpora memiliki Luluk Hadiyanto, mantan juara dunia bulutangkis yang sudah sering tampil sebagai Narasumber di TV nasional. Tapi akan makin bagus kalo Luluk bisa menggantikan saingan nya dari Den Mark di TV olahraga internasional.

Adalah tugas kami di Kemenpora, termasuk di Asdep Kemitraan dan Penghargaan Olahraga, membantu menemukan jalan masa depan para mantan juara tersebut, menjadi juara di dunia dan profesi yang berbeda.

 

**Penulis adalah Asisten Deputi Kemitraan dan Penghargaan Olahraga, Kemenpora

Sumber gambar : https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/06/02/99339-bona-septano.jpg



×