Pencanangan Zona Integritas Asisten Deputi Pengembangan Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus (POTLAK) untuk Pelayanan yang Lebih Baik





Jakarta:  Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora terus berupaya mereformasi diri. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah berupaya mewujudkan Zona Integritas (ZI). Sejalan dengan hal tersebut pada hari Kamis (8/07) Asisten Deputi Pengembangan Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus (ASdep POTLAK) melakukan Pencanangan Pembangunan Zona Integritas (ZI).

Pencanangan Pembangunan Zona Integritas adalah deklarasi/pernyataan dari pimpinan suatu instansi pemerintah bahwa instansinya telah siap membangun Zona Integritas. Acara ini diselenggarakan secara daring dan luring. Hadir dalam acara ini adalah Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga, Sekretaris Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga, Kepala Biro Humas dan Hukum Kemenpora, Inspektur Kemenpora, dan Asidep POTLAK beserta seluruh jajarannya.

Dalam laporannya, Asdep POTLAK, Aris Subiyono menyatakan bahwa pencanangan ZI ini merupakan bagian dari proses menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) yang ke depannya diharapkan sampai pada Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Langkah ini juga sebagai proses peningkatan kualitas pelayanan.

“Pencanangan ini merupakan komitmen segenap pimpinan dan staf untuk terus menerus  memperbaiki kualitas layanan publik, “ujar Aris.

Dalam sambutannya, Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga, Raden Isnanta mengingatkan bahwa pencanangan ZI tidak sebatas mengejar predikat level, tetapi juga merupakan upaya peningkatan kualitas  pelayan masyarakat.

“Idealnya semua harus menjadi pelayan yang baik. Semoga ZI ini bukan hanya bicara predikat level tetapi dengan ZI Asdep POTLAK menjadi semakin bermanfaat bagi masyarakat’,” paparnya.

Isnanta juga berpesan bahwa Asdep POTLAK harus mampu melayani warga masyarakat yang menjadi sasarannya yaitu penyandang disabilitas, lansia, usia dini dan berbagai kalangan termarginalkan, termasuk stakeholder yang tergabung dalam berbagai komunitas. Ia juga mengapresiasi dukungan dari Kepala Biro Humas dan Hukum dan Inspektur Kemenpora.

“Konteksnya fokus pelayanan prima, jika stakeholder merasa terlayani baik, itu akan menjadi kebanggan karena kita telah amanah. Ini baru awal, memperbaiki integritas, mohon bantuan pengawalan dari Biro Humas Hukum dan Ispektorat. Pencanangan ini komitmen kita untuk menjadi lebih baik. Adanya pembatasan saat pandemi juga menuntut kita ekstra keras membuat strategi khusus agar pelayanan tetap dapat dilakukan dengan baik,” paparnya.

Dalam acara ini dilakukan penandatanganan dokumen pencanangan dan piagam zona integritas oleh Asdep POTLAK dan jajaran. Sebagai Saksi pertama adalah Inspektur Kemenpora, Agus Widarayanto dan Saksi Kedua adalah Kepala Biro Humas dan Hukum, Sanusi.(TB)



×