Untuk Menyukseskan Pembinaan Atlet di Daerah, Dispora dan Disdikbud Harus Bekerjasama dengan Baik





Jakarta (3 Maret 2021): Kementerian Pemuda dan Olahraga menerima kunjungan dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulawesi Tenggara, Yusmin, S.Pd. M.Si, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara DR. Asrun Lio, M.Si. pada (3/3) di ruang kerja Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Dr. Raden Isnanta, M.Pd.

Pertemuan tersebut membahas berbagai kendala yang dihadapi dalam melakukan pembinaan pada atlet SKO dan PPLP di Sulawesi Tenggara, mulai dari penganggaran hingga eksekusi pembinaan di lapangan dan juga terkait sarana pendidikan yang mulai butuh perbaikan.

Asisten Deputi Pengelolaan Pembinaan Sentra dan SKO Kemenpora dr. Bayu Rahadian, Sp.Kj menyampaikan bahwa pelaksanaan SKO dan PPLP merupakan pekerjaan bersama antara Dispora dan Disdikbud di daerah, hal ini sesuai dengan kerjasama yang telah terjalin sebelumnya melalui MoU.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara DR. Asrun Lio, M.Si menyampaikan bahwa anggaran yang tersedia saat ini belum mampu untuk mengatasi beragam persoalan pembinaan olahraga. Hingga sudah mencari ide untuk memanfaatkan anggaran CSR (Coorporate Social Responsibility) dari perusahaan yang ada di daerah pun ternyata terkendala dengan proses yang berbelit-belit.

Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta menyampaikan bahwa tujuan pendirian SKO adalah untuk mencetak atlet dari usia muda, kemudian anak muda ini dipoles kemampuan olahraganya namun juga tetap memerhatikan pendidikan agar tidak tertinggal dengan anak seusianya. Jika ada penganggaran yang dikerjasamakan antar instansi di daerah, maka fasilitas PPLP dan SKO tersebut harus sama. "Sumber dana boleh berbeda, namun apa yang diberikan tetap sama, entah itu bentuk latihan hingga jenis makanannya", ungkap Raden Isnanta.

Setiap PPLP dan SKO di daerah memang nyatanya mengalami kendala yang berbeda-beda. "Beda tempat, beda permasalahannya. Kedepannya pembinaan atlet di daerah diusulkan untuk dimulai dari usia SMP. Hingga saat usia SMA, atlet yang sudah bagus akan ditarik untuk melanjutkan pendidikan di SKO binaan Kemenpora di Cibubur", tambah Isnanta.


 



×