Memasuki hari ketiga penyelenggaraan 9th Asian School Basketball Championship (ASBC) 2025 di GOR Indoor Manahan, sejumlah pertandingan berlangsung seru dan penuh persaingan.
Solo : (27/08) Memasuki hari ketiga penyelenggaraan 9th Asian School Basketball Championship (ASBC) 2025 di GOR Indoor Manahan, sejumlah pertandingan berlangsung seru dan penuh persaingan.
Pertandingan hari ini diawali dengan laga Tim Pelajar Putri Malaysia melawan Tim Pelajar Putri Hong Kong. Pertandingan berakhir dengan kemenangan Tim Hong Kong atas Malaysia dengan skor 97 - 57.
Laga berikutnya mempertemukan Tim Putri Republik Rakyat Cina (RRC) melawan Tim Putri Singapura. Tim RRC tampil dominan dan mengamankan kemenangan dengan skor akhir 82 - 50. Tim Lokal Putri Indonesia juga mendapatkan kesempatan untuk berlaga melawan Tim Putri Thailand. Meski harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 107 - 25, pertandingan ini menjadi pengalaman penting untuk meningkatkan kemampuan di kancah Asia.
Sementara itu, Tim Lokal Putra Indonesia menghadapi Tim Putra Malaysia. Pertandingan berakhir dengan skor 81 - 46 untuk kemenangan Malaysia. Hasil ini menjadi pelajaran berharga bagi TIm Lokal Indonesia untuk terus berbenah dan berkembang.
Dua laga terakhir mempertemukan Tim Putra Hong Kong melawan Tim Putra Arab Saudi, dengan kemenangan Hong Kong 69 - 58. Sedangkan Tim Putra RRC berhasil mengalahkan Tim Putra Thailand dengan skor meyakinkan 104 - 66.
Berdasarkan hasil yang diterbitkan dari bidang pertandingan, Tim RRC, baik putra maupun putri, menduduki peringkat pertama dengan catatan tiga kali bertanding dan tiga kali menang. Di posisi berikutnya terdapat Tim Putra Thailand dengan tiga kali pertandingan dan dua kali menang. Selanjutnya disusul Malaysia, Hong Kong, Singapura dan Indonesia.(sumber:Akhyar Matra,bidang pertandingan ASBC 2025)
Sementara itu, M. Aziz Ariyanto, Asisten Deputi Sentra Pembinaan Olahragawan Muda yang juga penanggung jawab pembinaan atlet usia pelajar Indonesia, memberikan pandangannya. "Dari sisi keterampilan teknik, fisik, dan postur tubuh, tim pelajar RRC memang berada di atas rata-rata atlet basket pelajar pada ASBC 2025. Kerja sama tim mereka juga sangat baik. Ini bisa menjadi bahan pembelajaran berharga bagi kita untuk meningkatkan prestasi olahraga atlet pelajar Indonesia,” tegasnya.(wur&arp)