Atlet Paralayang Mancanegara Terpesona Keindahan Alam Gunung Kidul pada Trip of Indonesia (TROI) Seri 3

Gunung Kidul- " Jawa sangat menakjubkan, pemandangan disini (Gunung Kidul) sangat indah.  Saat melakukan pendaratan paralayang selalu ada masyarakat lokal yang membantu. Mereka sangat ramah dan selalu mengajak berfoto. Pengalaman ini sangat menyenangkan, saya sangat menyukainya. Ini melebihi imajinasi" tutur Firas, salah satu atlet peserta TROI Paralayang Seri 3.

Atlet Paralayang Mancanegara Terpesona Keindahan Alam Gunung Kidul pada Trip of Indonesia (TROI) Seri 3 Firas, peserta TROI Seri 3 dari Turki

Gunung Kidul- " Jawa sangat menakjubkan, pemandangan disini (Gunung Kidul) sangat indah.  Saat melakukan pendaratan paralayang selalu ada masyarakat lokal yang membantu. Mereka sangat ramah dan selalu mengajak berfoto. Pengalaman ini sangat menyenangkan, saya sangat menyukainya. Ini melebihi imajinasi" tutur Firas, salah satu atlet peserta TROI Paralayang Seri 3.

Firas yang merupakan WNA kebangsaan Turki sangat terkesan dengan pemandangan dan keramahan masyarakat lokal di Indonesia, khusunya Gunung Kidul. 

Kepersertaan Firas dalam event ini tak lepas dari peran komunitas atlet dan pecinta paralayang. Ia juga bercerita sangat senang sekali bisa berkumpul  dan berkompetisi bersama atlet paralayang yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, Bali, Sumatera, Jawa dan daerah lainnya.

TROI Seri 3 di gelar di  Embung Sriten, Desa Pilangrejo, Kec Nglipar, Gunung Kidul, Yogyakarta.Di tempat yang memesona tersebut sekitar 25 atlet paralayang menunjukkan aksinya pada gelaran Trip of Indonesia (TROI) Paralayang Seri 3 yang berlangsung selama 3 hari dari 25 sd 27 Agustus 2023.

Event paralayang tahunan ini menjadi bagian dari gelaran "Sriten Festival", yang mengusung tema "Destination, Sport and Culture". Acara ini merupakan hasil kolaborasi Kemenpora, Dinas Pariwisata Kab Gunung Kidul dan Prov DIY, FASI Paralayang DIY, Yayasan TROI serta kecamatan dan kelurahan setempat. 

Selain untuk mengembangkan sport tourism di Indonesia, event ini menjadi salah satu ajang kompetisi atlet-atlet paralayang Indonesia.

Tercatat beberapa nama pemenang dalam event ini adalah Juara 1,Yustira Ramadani (Jatim),  juara 2 Randi Iswahyudi(Sumbar), juara 3 Nuri Mustofa(Jateng), juara 4 Fauzan Asra (Sumbar), juara 5 Rahmad Sauma (DKI), dan juara 6 Amri Pritiawan (DIY).

Sedangkan untuk Cross Country Clinik dimenangkan oleh Ninik Rista (Bali), Nasywa (DIY) dan Gusnida Rosa (DIY).

Dalam sambutannya pada penutupan kegiatan Minggu (27/8) di Gunung Kidul, Deputi Pembudayaan Olahraga, Raden Isnanta memberikan selamat kepada para pemenang, juga apresiasi seluruh peserta dan panitia yang telah sukses menyelenggarakan acara. Isnanta berharap akan lebih banyak lagi event-event sport tourism dapat memberikan dampak kepada masyarakat. "Selain sebagai ajang kompetisi para atlet, event- event semacam ini semoga terus bisa dilakukan, dengan semakin banyak peserta, semakin banyak yang mempromosikan tempat- tempat wisata (sport tourism). Juga dapat meningkatkan keterlibatan UMKM setempat, sehingga terasa dampak ekonominya secara langsung" papar Isnanta. 

Kemenpora akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk terus menggerakkan sport tourism di Indonesia melalui olahraga. 

Salah satu hal yang penting dalam upaya tersebut adalah publikasi yang optimalsehingga mampu menarik lebih banyak  partisipasi atlet, juga wisatawan domestik  bahkan mancanegara seperti Firas.

Firas memang tak mendapatkan juara di event ini, tapi event ini memberikan kesan mendalam bagi Firas tentang Indonesia.(tbs)

BAGIKAN :
PELAYANAN