Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga menerima kunjungan kerja dari Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PPIPNU). Bertempat di Gedung GBK Arena, kunjungan ini dalam rangka berkonsultasi terkait penyelenggaraan kegiatan Liga Futsal Santri Nusantara 2025.
Jakarta : (13/8) Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga menerima kunjungan kerja dari Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PPIPNU). Bertempat di Gedung GBK Arena, kunjungan ini dalam rangka berkonsultasi terkait penyelenggaraan kegiatan Liga Futsal Santri Nusantara 2025.
Kunjungan diterima oleh perwakilan dari Asisten Deputi Olahragawan Elit, Jenal Aripin, perwakilan dari Asisten Deputi Sentra Pembinaan Olahragawan Muda, Subur Frindiyani, dan Tim Humas Sekretariat Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga.
Mengawali kunjungannya, Sekretaris Umum Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama, Agus S. Tanjung, menyampaikan, "Sebagai organisasi pelajar yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU). PPIPNU memiliki peran strategis untuk membentuk karakter, meningkatkan kualitas SDM, serta menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan di kalangan generasi muda. Kami ingin memperoleh masukan dari Kemenpora terkait rencana pelaksanaan Liga Futsal Santri Nusantara yang akan diikuti oleh 18 Provinsi. Kami sudah berkonsultasi dengan Federasi Futsal Indonesia (FFI). FFI sangat mendukung dan akan mengeluarkan rekomendasi penyelenggaraan." Ungkap Agus S. Tanjung
Menanggapi hal tersebut, Jenal Aripin, menyampaikan, "Sebagai organisasi besar, event Liga Futsal Santri Nusantara ini dapat dilakukan secara berjenjang, dan berkoordinasi langsung kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Agar mekanisme pendanaannya bisa bersinergi antar pengurus, baik kabupaten, provinsi, dan pusat. Secara prinsip kami sangat mendukung inisiasi liga ini, dan kami sampaikan kepada pimpinan. Namun lebih tepatnya usulan ini diajukan kepada Asisten Deputi Olahraga Pendidikan yang berada di bawah Deputi Pembudayaan Olahraga." Ucap Jenal Aripin.(bw)